Feeds:
Posts
Comments

Oke-oke, sekarang gw nepatin janji gw. Gw bakalan ngejelasin cara ngehack Nokia 6120 Classic. Alasan kenapa gw mesti ngehack nih hape karena gw mau maksimalin kegunaannya dengan aplikasi-aplikasi yang menunjang.

Contohnya seperti QuickOffice, bawaan 6120 Classic ini, QuickOffice hanya merupakan documents viewer aja. Tapi setelah di-hack, gw bisa ngejejelin nih hape pake QuickOffice yang Full Function. Itu baru satu contoh, masih banyak bangetlah keuntungannya. Tapi gw saranin nih buat 6120 Classic yang udah abis garansinya, yah, jaga-jagalah.

Tapi yang terpenting adalah “USE ON YOUR OWN RISK!!!”. Alias kalo ada apa2 saudara-saudara sekalian gak bisa nuntut gw yak. Hehehehe.

Pertama-tama download semua yang dibutuhkan berikut ini dan simpan di memory card.

  1. InstallServer
  2. HelloCarbide
  3. X-plore

Setelah semua selesai didownload dan disimpan di memory card, langkah berikutnya adalah sebagai berikut:

  1. Install HelloCarbide dan X-plore di ponsel Anda.
  2. Setelah itu, buka X-plore dan biarkan aplikasinya terbuka di background (penting! karena setelah HelloCarbide dijalankan, menu-menu pada ponsel tidak bisa diakses)
  3. Selanjutnya buka HelloCarbide dan tekan option -> menu1, dan buka kembali X-plore.
  4. Copy file installserver.exe ke folder c:\sys\bin, bila belum ada folder bin, buat aja folder baru dengan nama “bin”.

Selesai, tinggal restart handphone dan selanjutnya aplikasi dan themes apa saja akan bisa diinstall dengan lancar

Selamat mencoba!!

Pagi itu, kira-kira pukul 10, gw dapat SMS dari GSM PT jantra yang isinya kurang lebih “Selamat sha, akhirnya website PT Jantra muncul juga di Google”. Wahhh, terang saja gw senengnya bukan main, karena dalam jangka waktu kurang dari 1 minggu, website itu udah muncul di Mbah Google.

Sebelumnya gw mau cerita gimana gw bisa sampe di situasi seperti diatas. Secara garis besar, gw dapet proyekkan buat bikin website PT Jantra dan gw udah berhasil menempatkan Website tersebut di internet. Oia, PT Jantra Reka Saksanamas merupakan perusahaan distributor alat-alat kesehatan yang berlokasi di Jakarta. Cerita tentang bagaimana langkah-langkah sampai gw berhasil menempatkan website tersebut, bakalan gw tulis dalam posting gw selanjutnya, tungguin aja yah. Karena bakalan ada langkah-langkah tentang membangun sebuah website dan tips serta trik.

Setelah berhasil nongkrong di internet dengan alamat www.jantraindonesia.com, gw mencoba mencari website tersebut via Mbah Google dan ternyata hasilnya nihil. Hmmm, apa yang salah ya? Akhirnya gw mendapat pencerahan bahwa website yang baru nongkrong di internet harus didaftarkan terlebih dahulu di Search Engine yang ada. Dan langsung aja gw samperin tuh proses pendaftarannya di:

Dan dari ketiganya, tidak ada yang member jaminan atau kepastian kapan website yang kita daftarkan akan mulai terindeks dalam hasil pencarian. Rata-rata memberi rentang waktu 2-4 minggu. Wiwwww, lama banget yak. Berarti hanya menunggu dan menunggu.

Dari sharing yang gw dapat juga bervariasi waktunya, dari yang paling cepet 1 minggu sampai lebih dari 1 bulan. Gw juga dapat masukkan bahwa untuk memperoleh peringkat yang cukup bagus dan cepat terindeks, maka perbanyaklah link yang mengarah kepada website kita itu. Yah istilahnya sih tuker link gitu sama website yang sudah terindeks dan terperingkat bagus.

Ilmu-ilmu dalam mengoptimalkan website dalam Search Engine dinamakan SEO (Search Engine Optimization). Banyak sekali penyedia jasa SEO ini, bahkan ada aplikasi yang mampu menaruh website kita dalam peringkat yang bagus. Yang sayangnya, kesemuanya itu didapatkan dengan harga yang sangat mahal. Hmmm, bahkan gw sempet baca, ada gelar-gelar khusus bagi para SEO Master ini.

Yah kalo buat gw sih gw cuma ngelakuin langkah2 ini sampai website gw bisa terindeks:

  1. Registrasi pada Searh Engine diatas
  2. Perbanyak tukar link dengan website yang sudah terindeks dan berperingkat bagus
  3. Posting link pada blog, email, message, dan bahkan share link pada Facebook
  4. Bersabar :)

Nah, sekarang gw tetep aja ngelakuin langkah 2 sampai 4 agar website gw memiliki peringkat bagus dan selalu terindeks di halama pertama. Semangat!!!

Salah satu alasan kenapa gw memilih Nokia 6120 Classic ini adalah karena performansi yang luar biasa. Performansi yang luar biasa ini didapat dari kecepatan prosesor ARM sebesar 396 Mhz. prosesor ini bahkan lebihg cepat daripada prosesor pada seri smartphone Nokia paling premium yaitu Nokia E90 yang hanya berada di kisaran 340 Mhz.

Merasa penasaran untuk meningkatkan performansi ke titik yang lebih tinggi lagi, lagi-lagi gw berguru pada sang mbah Google. Dan dari sekian ratus artikel yang gw baca, gw dapat beberapa poin yang dapat dilakukan agar performansi Nokia 6120 Classic dapat meningkat:

  • Ubah Log duration menjadi 1 day
  • Ubah Converter type menjadi Power dengan unit Horsepower dan Kilowatts
  • Dan yang terakhir adalah dengan membuat To-Do List:
    • Subject:  Speed, Due Date: 04/08/2005, Priority: High
    • Subject:  Qoukie, Due Date: 04/08/2005, Priority: Low
  • Restart anda dan nikmati performansi yang telah meningkat

Langkah-langkah diatas dapat anda coba satu-persatu atau semuanya sekaligus. Seharusnya trik-trik ini juga dapat digunakan oleh seluruh hape yang memiliki OS Symbian S60v3. Selamat Mencoba!!!

Dalam Posting selanjutnya, gw akan membahas langkah-langkah hack Nokia 6120 Classic dan Tools yang dibutuhkan secara lengkap agar aplikasi-aplikasi yang menunjang produktivitas anda dapat diinstal dengan sukses. Keep on waiting….

Lanjut dahhhh tentang Nokia 6120 Classic yang udah gw dapetin sebelumnya. Setelah cukup puas mengoprek segala fitur-fitur dan kemampuan yang dimiliki oleh hape ini, gw memutuskan untuk mengoptimalkan segala fitur yang ada pada hape tersebut. Sebelumnya gw udah curiga, karena nih hape udah memiliki OS Symbian, tentunya bisa di-tweak agar performanya bisa maksimal.

Akhirnya, di malam ke-2 gw memiliki hape itu, gw mulai berkonsultasi pada dukun paling terpercaya saai ini, yaitu Mbah Google. Pencarian pertama,berhubungan dengan aplikasi2 yang akan gw install di ponsel tersebut. Opera Mini 4.2, Yamee, Ebuddy, dan Google Map adalah aplikasi pertama yang berhasil diinstal dengan baik. Semua aplikasi itu merupakan aplikasi ber-platform Java.

Setelah menelaah lebih dalam lagi, gw nemuin banyak banget aplikasi-aplikasi yang ber-platform SIS dan SISX. Platform ini merupakan platform aplikasi untuk OS Symbian. Dengan emosi, gw sedot semua aplikasi tersebut lewat computer. Oia, sebelumnya, aplikasi platform SIS dan SISX ini memiliki ukuran file yang lebih besar daripada aplikasi yang berplatform Java .

Aplikasi-aplikasi tersebut sudah tersimpan di computer dan siap untuk di-instal via kabel data dan Nokia PC Suite. Dan ternyata: 80 persen dari aplikasi tersebut memiliki masalah pada “Certificate Management” dan tidak bisa diinstal. Argggghhhh, padahal aplikasi-aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang sangat powerful dan berguna.

Hmmm, meskipun waktu udah menunjukkan lewat tengah malam sedikit, tetapi karena rasa penasaran yang tinggi, akhirnya, gw terusin mencari info lewat si Mbah. Akhirnya, gw nemuin penjelasannya bahwa untuk menginstal aplikasi secara sukses tanpa  embel-embel “Certficate Error” maka hape harus di-hack. Setelah membaca beberapa langkah-langkah yang ada, gw agak sedikit takut juga sih, jangan-jangan nanti hape gw malah error sepenuhnya. Apalagi belom genap 3 hari gw pegang nih hape. Tetapi karena naluri seorang yang banyak berkecimpung dengan “trial and error”, gw mutusin buat ngehack nih hape.

Dan akhirnya, setelah hape tersebut berhasil di hack, voila!!! Semua aplikasi bisa diinstal dengan sukses dan berjalan dengan maksimal juga. Hmmm, finally I’ve got the power of my 6120 Classic S60v3.

Nah, langkah-langkah ngehack dan tool-tool yang diperlukan, bakalan gw kasihin di tulisan gw berikutnya. Just wait and be prepared…

Weeewwwww, udah lama banget nih gak blogging. Maaf yha, dikarenakan kesibukan yang mendera, dari hal kecil sampai hal besar.

Setelah menganggap bahwa handphone yang selama ini gw miliki udah tidak mumpuni mengakomodasi kebutuhan gw, akhirnya gw berpikir untuk meng-upgrade handphone. Hape yang saya miliki saat itu adalah Motorola C380 (GSM) dan ZTE C321 (CDMA). Dalam menunjang aktivitas saya dalam ber-mobile internet, saya mengandalkan handphone yang pertama.

Dalam pikiran gw, gw harus dapet handphone yang memiliki spec yang gw inginkan  dengan harga yang sesuai juga yaitu kisaran 1 jutaan. Awalnya sih, gw ngebet banget sama hape2 yang ber-Qwerty  kayak nexian berry, dan berry2 lainnya. Tetapi akhirnya gw berpikir, hape2 ini mempunyai fitur2 yang sangat biasa bahkan sama dengan hape gw sekarang ini. akhirnya gw menetapkan pilihan spec, yaitu: minimal 3G untuk kecepatan akses data, kamera min 2 megapiksel, media player, konektivitas lengkap, dan compatible dengan banyak aplikasi.

Pilihan pertama gw jatuh ke Motorola VE538. Setelah g0ogling sana-sini, gw mendapati bahwa lebih banyak kekurangannya nih hape daripada kelebihannya. dari kualitas casing yang terkesan murahan sampai ketidak-optimalan kualitas software meskipun nih hape ditawarkan dengan harga yang cukup murah, Rp. 950.000 di BEC dengan kelengkapan yang lumayan juga.

Selanjutnya, gw dihadapkan pada Samsung L700. Pertama kali gw liat, nih hape mewah abis dah, dengan keunggulannya yaitu casing yang terbuat dari bahan metal. dengan fitur yang tidak jauh berbeda, yaitu 3G, kamera 2 megapiksel, dan masih banyak lagi kelebihan yang lain, maka hape ini langsung aja gw save sebagai target.  Selanjutnya adalah bertanya dan mencari informasi sebanyak mungkin tentang hape ini, baik via google maupun via BEC.

Dalam pencarian gw itu, gw nemuin beberapa pilihan diluar L700, yaitu: Nokia 3120 Classic, Sony Ericsson G502i, dan yang agak mahal yaitu smartphone Nokia 6120 Classic. Setelah menilik lebih lanjut, ternyata L700 ini sangak kurang dalam hal layarnya yang hanya ber-resolusi 176 x 220 dan berukuran 2″ sehingga gw mengeliminasi L700 dari daftar gw.

Setelah menyingkirkan G502i karena tidak adanya kamera untuk video call, maka muncullah Nokia 3120 Classic dan Nokia 6120 Classic. Harga baru diantara mereka berdua terpaut 500rb untuk  6120c yang lebih mahal. Tapi untuk kemampuannya, 6120c memang luar biasa. Review2 yang ada juga menyebutkan bahwa hape ini memang fantastis. Wahhh, dengan harga terpaut jauh, tentu saja gw berharap pada 6120c yang bekas dengan harapan harga di kisaran 1 jutaan.

Ternyata oh ternyata, setelah beruru di BEC, gak ada yang mau ngejual hape itu di bawah 1.2 juta… argggghhhhhh, angan pun sirna untuk memiliki 6120c dan kembali ke pilihan yang lain, 3120c.

Tapi gw gak nyerah, gw googling seharian dan akhirnya setelah proses tawar-menawar di kaskus.us gw deal Nokia 6120 Classic di harga 966ribu!!! Waaaaaaa, bahagianya gw… Setelah proses transfer, akhirnya hape itu sampe di tangan gw…

hape yang memiliki fitur yang sangat luar biasa:

  • HSDPA dan 3G serta GPRS dan EDGE class 32
  • Kamera 2 Megapiksel LED Flash
  • Kamera video Call
  • layar 2 inchi 240 x 320 piksel
  • konektivitas lengkap (BT, Kabel Data)
  • Modem ability
  • Media player
  • Documents viewer (word, spreadsheet, ppt, pdf)
  • Java MIDP 2.0
  • dan terutama ber-OS Symbian rel 9 S60 rel 3.1
  • many more

Akhir kata, nih hape mank luar biasa apalagi gw juga dapetin dengan harga yang luar biasa pula. di tulisan gw berikutnya gw bakal cerita tentang upaya gw mengoptimalkan Nokia 6120 Classic itu.

See uuuu…

Setelah beberapa bulan memakai knalpot racing, belakangan ini suaranya sudah mulai cempreng, meskipun tenaganya juga makin naik walau sedikit banget. Setelah Googling sana-sini, saya mengetahui bahwa hal tersebut diakibatkan oleh Glasswool (Gas spul) di dalam silencer yang sudah habis terbakar.

Awalnya saya berencana untuk mengganti Glasswool (Gas spul) tersebut dengan bahan yang sama, atau yang lebih baik lagi. Harganya pun cukup murah, yaitu berkisar 2000 -15000 rupiah untuk yang paling bagus. Tetapi setelah Googling dan membaca artikel di sini, saya memutuskan untuk membuat Stainlesswool yang menurut saya masuk di dalam logika.

Bahan-bahan yang dibutuhkan hanyalah stainless untuk cuci piring. Saya mendapatkan stainless tersebut di Superindo Cimahi dengan harga 3700 rupiah saja. Untuk silencer saya dengan panjang sekitar 30cm, saya membeli sebanyak 6 buah. Jadi modal awalnya sekitar 23000 rupiah. Memang lebih mahal, tetapi pemakainaanya untuk jangka panjang, karena stainless bukan bahan yang mudah terbakar. Sehingga tidak harus sebulan sekali diganti.

Setelah sampai di rumah, saya langsung saja mencopot silencer menggunakan kunci “L”, dan membersihkan tabung yang ada. Setelah itu dilanjutkan dengan mengatur semua stainless yang ada pada tabung yang ada dan memasukkannya kembali ke dalam silencer. Dan ternyata masuk dengan sempurna.

Selanjutnya adalah memasang kembali silencer tersebut. Setelah mesin dihidupkan, awalnya tidak ada perubahan. Tapi lama-kelamaan bunyi yang dikeluarkan pun mulai lembut, tidak cempreng, dan nge-bass. Yah, cukup berhasil lah. Jadi, jika ingin mengganti Glasswool (Gas spul) yang sudah habis, saya sarankan untuk menggunakan Stainlesswool bermodal stainless cuci piring.

Saya mempunyai motor Honda Supra X tahun 2000. Untuk menambah tenaga, maka saya mengganti koil standar dengan koil racing merek “KITACO”, karburator Honda GL, dan busi Spitfire. Untuk mengakomodasi kebutuhan akan exhaust yang lebih besar, maka saya memutuskan untuk mencari knalpot racing yang cocok, terutama dengan budget, hehehehe.

Setelah Tanya sana-sini dan Googling ke beberapa komunitas, akhirnya saya memutuskan untuk menjelajah ke daerah Jatayu. Saya pergi bersama sepupu yang juga kebetulan berniat mencari knalpot racing. Beuhhh, ternyata capek juga mencari di Jatayu ini. Karena setiap kita berhenti, maka kita akan langsung dikerubungi oleh calo-calo disana. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya saya mendapatkan knalpot yang sesuai. Saya menebus dengan harga 100rb rupiah aja. Entahlah merek apa yang tertera disana. Dari situ saya tahu, tips untuk mencari onderdil di Jatayu adalah, langsung menuju kios yang kita inginkan, dan setelah berhasil menawar, jangan pernah membatalkan pesanan itu. Bakalan babak-belur sob.

Sesampainya dirumah, saya langsung memasang sendiri knalpot tersebut. Dan setengah jam kemudian knalpot racing baru pun sudah terpasang. And now, It’s test ride time!!! Hahahaha, setelah menyetel ulang karburator dan mengecek warna busi, akhirnya diperolehlah setelan yang optimal. Langsung saja saya menggeber motor itu dan hasilnya cukup bagus. Tenaga yang dihasilkan pun bertambah. Semuanya itu tentu saja berimbas pada konsumsi Pertamax yang makin boros. Yahhh, itulah harga yang memang harus saya bayar. Ups, dan ada lagi harga yang harus saya bayar, yaitu omelan sang kekasihku karena suara knalpot itu. Hehehe.

Oia, satu hal lagi, “Heat” pasti meningkat pada saat kita memakai knalpot racing. “Heat” disini adalah, bawaan kita pasti ingin geber terus dan akibatnya banyak yang terpancing untuk geber juga. Hati-hati yahhhh…

 

Hari ini tanggal 23 Maret 2009. Pagi ini saya berencana untuk melakukan perpanjangan SIM A di Polres Cimahi. Hmm, bayangan tentang prosedur yang berbelit-belit muncul di pikiran saya mengenai rencana tersebut. Karena saya akan mengurus perpanjangan ini sendiri dengan tanpa menggunakan perantara (calo), maka saya pun Googling untuk mengetahui seluk-beluknya.

 

Setelah Googling beberapa saat, akhirnya saya merasa cukup mengerti untuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan. Pertama, pakaian, hehehehe. Prepare your outfit well, karena tentu saja aka nada foto diri kita dalam SIM tersebut. Apalagi SIM tersebut berlaku selama 5 tahun. Oia, satu lagi soal pakaian, karena di foto nanti menggunakan background berwarna biru, sebaiknya juga diperhatikan mengenai pemilihan warna pakaian.

 

Hal yang kedua, yaitu siapkan KTP asli dan fotokopinya sebanyak 3 buah, serta siapkan juga SIM yang akan diperpanjang. Ketiga, bawalah alat tulis sendiri (pulpen, ballpoint) supaya lancar saat mengisi formulir yang ada. Keempat, map berwarna biru. Dan kelima, tentu saja uang.

 

Saya datang di kantor Pelayanan sekitar pukul 8.40 atau 10 menit setelah kantor tersebut buka. Oia, sekedar informasi, di sekitar pintu masuk kantor tersebut akan banyak sekali calo yang menawarkan jasanya. Setelah sampai, saya langsung menuju loket sidik jari dan membayar Rp. 5,000 untuk formulir sidik jari. Setelah selesai mengisi data-data yang diperlukan, saya langsung menyerahkan formulir  tersebut pada petugas yang kemudian mengambil semua sidik jari saya. Setelah selesai, saya diarahkan menuju loket kesehatan membawa resi sidik jari.

 

Hmm, agak jauh juga lokasi loket kesehatan ini karena terletak di luar kompleks Polres Cimahi. Kira-kira 100 meter dari kantor Pelayanan SIM. Sesampainya di klinik tersebut, saya menunggu antrian sembari mengukur tinggi badan dan berat badan saya dengan alat-alat yang disediakan. Setelah menjawab semua pertanmyaan berkenaan dengan buta warna, saya pun mendapatkan resi kesehatan. Di sini saya dikenakan biaya sebesar Rp. 15,000. Petugas juga meminta fotokopi KTP untuk di satukan dengan dua resi yang sudah saya dapatkan. Jadi saya memiliki berkas yang terdiri dari resi sidik jari, resi kesehatan, dan fotokopi KTP.

 

Selanjutnya berkas tersebut saya masukkan ke dalam map biru yang sudah saya siapkan. Lalu saya menuju LOKET 1 untuk menyerahkan berkas tersebut (pkl 9.10) dan menunggu panggilan. Setelah menunggu sekitar 10 menit saya diarahkan ke bagian administrasi (pembayaran) untuk membayar biaya sesuai peraturan. Perpanjangan Rp. 60,000 dan Bikin Baru Rp. 75,000. Di sini saya mengisi sendiri kuitansi dengan data-data yang diminta dan membayar Rp. 60,000. Selesai membayar, saya mengumpulkan berkas tersebut di LOKET 2 dan lagi-lagi menunggu panggilan (pkl 9.25).

 

Setelah menunggu sekitar 15 menit, saya pun dipanggil dan diarahkan masuk ke dalam ruangan Ujian Teori untuk mengisi data-data yang diperlukan dalam formulir permohonan SIM. Sesudah selesai mengisi lengkap, petugas akan memeriksa kelengkapan isian tersebut. Kemudian saya menandatangani secarik kertas kecil yang akan dipergunakan untuk tahap selanjutnya. Dari ruangan tersebut, saya langsung diarahkan ke Ruang Foto untuk diambil foto sambil sedikit dikonfirmasi ulang soal data-data saya. Setelah berpose sebaik mungkin, petugas pun mengam,bil foto saya dan saya dipersilakan menunggu di luar. Belum ada 1 menit duduk, saya pun dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi dan mengisi daftar pengambilan  SIM. Phiuhhhh, akhirnya selesai juga. Saat itu jam menunjukkan pukul 9.55. Dengan biaya Rp. 82,000, SIM A saya selesai dalam waktu 75 menit.

 

Tulisan ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada para pemohon SIM baik yang perpanjangan maupun bikin baru tentang proses pelayanan SIM di Polres Cimahi. Oia, satu hal yang tak kalah penting, proses ini ternyata tidak melalui prosedur yang berbelit-belit dan selesai dalam waktu yang relatif cepat. Salut untuk peningkatan pelayanan kepolisian!

 

Hal-hal yang perlu disiapkan:

1.       Pakaian

2.       KTP Asli Dan Fotokopi

3.       SIM lama

4.       Map Biru

5.       Alat Tulis ( pulpen, ballpoint)

6.       Uang sebesar Rp. 82,000

 

Proses yang terjadi:

1.       Sidik jari

2.       Kesehatan

3.       LOKET 1

4.       Pembayaran

5.       LOKET 2

6.       Ruangan Ujian Teori

7.       Ruangan Foto

Menindaklanjuti tulisan yang saya post tadi pagi tentang keinginan saya untuk berbisnis pulsa, sore tadi saya mengkatifkan keanggotaan sebagai reseller pulsa elektronik. Dan inilah dia, saya memulai perjalanan saya sebagai penjual pulsa keliling, hehehehe…

Sasaran yang saya incar yaitu pelanggan dari keluarga saya yang tinggal serumah, dan tetangga-tetangga yang tinggal dalam satu komplek.

Mudah-mudahan bisnis ini lancar dan dapat berkembang sehingga dapak mendatangkan hasil yang maksimal. Doakan yah…

RESPECT

Hmm, pagi ini saya memulai hari dengan kemauan untuk berbisnis pulsa. sebagai awal, saya mencoba untuk bermain di jenis pulsa elektronik. Mungkin ke depannya bila sudah mapan dan lancar, saya akan meng-ekspansi usaha pulsa ini menjadi agen pulsa, baik elektronik maupun fisik.

Pemikiran ini muncul karena saya melihat fenomena yang terjadi dalam masyarakat kita, yaitu fenomena telepon seluler(ponsel) atau hape. Sekarang ini, hampir sepanjang kita berjalan dari rumah ke kantor, rumah ke sekolah, maupun kemana saja, ditemui banyak sekali pengguna ponsel ini. enomena ini muncul entah sebagai pemenuhan kebutuhan atau hanya sekedar mengeksprsikan gaya hidup (lifestyle).

Penggunaan ponsel ini tentu saja berkaitan erat dengan pulsa. dengan makin banyaknya pengguna ponsel, tentu saja kebutuhan akan pulsa pun akan meningkat.

Berangkat dari fakta yang ada tersebut, maka saya akan mencoba terjun di bisnis pengisian pulsa ini.

Hmmm, anda berminat? Kenapa tidak?

Kunjungi saja website ini:

http://indonetwork.co.id/focusindo/362803/agen-pulsa-elekronik-kartu-gsm-cdma.htm

Older Posts »